Santri Babakan Dialog Kebangsaan Supremasi Hukum

Cirebon, NU Online

Menghadapi tahun politik 2014, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, mengadakan “Dialog Kebangsaan Supremasi Hukum”, Selasa (18/2), di auditorium Madrasah Al-Hikamus Salafiyah (MHS) dalam rangka membekali para santri dan masyarakat tentang dinamika hukum dan politik kontemporer di Indonesia.

Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Prof Dr H Mohammad Mahfud MD datang sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut. Hadir pula Sekjen Komisi Nasional HAM Masduki Ahmad, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Dr H Eman Suryaman, Ketua ISNU Cirebon H Abdul Muiz Syaerozi, serta para kyai pengasuh pondok pesantren Babakan Ciwaringin.

Dialog kebangsaan diawali dengan pembacaan tawasul oleh KH. Azka Hammam Syaerozi. KH. Nurhadi Thoyib mewakili keluarga Pesantren Babakan mengucapkan terima kasih kepada segenap tamu undangan yang datang.

“Saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang faham hukum dan memiliki komitmen untuk menegekannya” katanya.

Mahfud MD mendorong pesantren untuk proaktif dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia. “Sudah saatnya pesantren peduli dan memberikan kontribusi nyata bagi perpolitikan bangsa. Indonesia butuh pemimpin yang bersih dan mampu membersihkan korupsi” jelas mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Sebelum memberikan kuliah umum di depan para santri dan masyarakat, Mahfud MD beserta rombongan sowan ke KH. Makhtum Hannan, sesepuh pondok pesantren Babakan Ciwaringin. Melalui pemilu 2014 nanti, Kiai Makhtum berharap akan muncul pemimpin yang adil, amanah, mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat, dan memperhatikan secara khusus dunia pendidikan pesantren. (Dadang Ihsan/Mahbib)

Post Author: Nusa